Terkadang-

Terkadang ada hal yang memaksa kita mengelus-ngelus dada untuk rasa yang berkecamuk. Memiliki tetapi terasa tidak memiliki. Membingungkan? Tidak, itu menyakitkan.

Riuh langit dan bumi akhir tahun adalah sebuah perayaan bagi setiap orang. Api tercipta untuk santapan pelengkap pesta. Tawa dan cerita adalah rindu yang telah lama ingin dibenturkan. Teman adalah unsur terpenting dalam suatu perayaan. Semua nampaknya begitu ramai untuk kita lihat. Dan hanya dirikulah ruang yang paling sepi saat itu. Kau tau? Saya mencemburui siapapun yang sedang bersuka cita. Terserah, kau boleh mengutukku.

Terkadang selalu ada ritual
“Malam tahun baru sama si dia tidak?”
Satu mimpi yang nampaknya harus dicoret tebal-tebal. Bukan karena alasan yang bertele-tele. Cukup dengan semua orang punya hidupnya masing-masing. Jika kalian masih tidak mengerti, jawabannya: tidak, saya tidak merayakannya dengan siapa-siapa.
Terkadang memang selalu ada cerita yang tiba-tiba dirubah haluannya. Hal itu juga terkadang mengkhawatirkan jikalau tujuanpun turut ingin berganti. Kenapa? Sebab itu pertanda cerita akan selesai pada saat itu juga.
Terkadang saya juga tidak mengerti, perayaan ini kusebut merayakan kehilangan atau merayakan saya telah berjuang sendirian.

Postingan populer dari blog ini

Left Unsaid

Duniamu-

Perkataan adalah doa