Hal yang paling ingin kubedah saat ini adalah kepalamu. Mencari bagian puzzle yang hilang dan memperbaiki sistem yang tidak sinkron dengan milikku. Ada banyak tanda tanya yang hingga kini tidak cocok pasang dengan jawaban yang nyatanya miliknya sendiri. Riuhnya ‘jika’ bentrok dengan 'mungkin’. Salahkah aku jika memulai mengukur siapa yang paling? Terlalu banyak hal bermetamorfosa menjadi zat baru yang berujung pada hipotesis. Berubahkah kini;
“Probabilitas yang diprioritaskan”
menjadi
“Prioritas yang diprobabilitaskan”
??
Ataukah kau memang ingin mundur kali ini? Oh tidak, mungkin saja berhenti. Sebab,
cahaya matamu kini redup,
genggamanmu tidak lagi erat,
responmu yang mulai memudar,
dan kini punggungmupun sulit untuk kuketahui keberadaannya. Jika kita memang benar-benar berhenti, jangan biarkan “bertahan” dan “berjuang” tinggal di depan pintu. Sebab, saya juga ingin memutuskan untuk menutup pintu lagi atau tetap membiarkannya terbuka seperti itu.