Duniamu-
Ini tentang duniamu. Lagi, semua gravitasi masih tentangmu. Kau hancur dan kini sedang memperbaiki, duniamu sendiri. Tahukah kau, ada dunia yang lain sibuk memikirkan duniamu. Dan sialnya, ia kini membantumu memperbaikinya tanpa sadar dunianya juga perlahan hancur berkeping.
Tuan,
Berbenahlah sesegera mungkin. Temukanlah kembali orbitmu yang lama. Gantilah langitmu dengan langit sore; selalu bergradiasi dan menenangkan. Kau terlalu larut dengan riuhnya kepala hingga kau lupa bahwa segala lukamu juga lukaku. Tidak usah meminta maaf, tanpa terucap kau akan selalu kumaafkan. Kau hanya sedang kehilangan jati dirimu. Tak apa, nikmati saja jika kau ingin. Toh dibalik luka selalu ada hikmah yang bisa kita tarik untuk jadi pelajaran hidup. Setelah ini, percaya padaku; kau akan menjadi sosok yang baru. Menjadi seseorang yang lebih dewasa dalam bersikap. Kau akan merasa seperti terlahir kembali. Kau akan memiliki benteng terkuat dan pastinya kau akan baik-baik saja. Sayangnya, itu tanpaku.
Nikmatilah lukamu tanpa harus menjadi zat yang baru. Sebab luka selalu bisa mengganti seseorang yang lembut menjadi sosok yang paling dingin sekalipun. Singkatnya, jangan berubah. Jikalau esok kau menemukan yang lain selain aku, kumohon dengan sangat:
Jagalah hatinya dengan baik. Pegang erat-erat kepercayaan orang tuanya. Jangan membalas chatnya melewati 1 jam, karena kalian bersama untuk saling melengkapi bukan untuk sekedar menemani. Jika dia mengusirmu, tetaplah bertahan untuk disampingnya. Sebab perempuan selalu mengucapkan hal yang tidak ingin dia ucapkan. Sering-seringlah mempelajari matanya, disanalah semua jawaban selalu bisa kau temukan. Dan juga, kunjungi rumahnya tanpa jeda sebab jarak selalu menyakitkan.
Semoga kau menemui dirimu kembali. Berjuta maaf kini akan selalu kulontarkan kelangit malam biar dia turun bersama hujan dan menerpa kulitmu. Kenanglah aku sebagai perempuan yang pernah mati-matian mengorbankan segala hal demi kebaikanmu.
Jika aku adalah beban yang selalu menyibukkan kepalamu. Mintalah untuk saya pergi, maka
saya akan pamit
atas inginmu.