Sepucuk Doa Untuk Ibu
Dear momme,
Sudah tidak terhitung ya ini keberapa kalinya kita dihadapkan dengan segala diagnosa? Sudah tidak kondusifkah sekarang? Bisakah kutarik hipotesis bahwa kita sekarang diambang kerapuhan?
Benteng seakan runtuh. Senjata kini tak setajam dulu. Panah yang selalu kita asah guna melawan apapun yang menghalau seakan berbalik menyerang tuannya. Pasukan serasa gugur satu persatu. Sedangkan musuh datang beruntutan menyerang satu titik; kita.
Perang seakan tidak akan pernah berhenti atas nama kita. Mendung seakan selalu siap menjatuhkan segerombolan rintik hujannya. Dan hujan yang tidak tau diri selalu berkunjung tanpa mengenal situasi. Sedikit lagi, kita lumpuh.
Tuhan, pinjamkan ibu saya benteng yang megah dan kokoh.