Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Ada rindu disini.

Ada rindu disini. Ditempat terdalam dimana namamu masih duduk manis. Tak ada lagi tentangmu di sosial mediaku. Tapi selalu ada kamu di dunia nyataku. Berhentilah sejenak, saya cukup lelah dengan teka-teki ini. Butuh berapa tahun lagi kita berjalan bersama dengan perasaan yang tiap hari terpendam? Harus berapa lama lagi kuharus menunggu hatimu tak terisi tentangnya? Ketika semua telah pergi, luka masih disini. Bagimu, semua yang telah kau lakukan adalah yang terbaik. Tapi kenapa bagiku semuanya adalah suatu yang sangat salah? Mungkinkah sekarang kau telah menjadi yang tak penting bagi mataku? Sebegitu niat anda menghancurkan saya. Saya merindukanmu. Merindukan hal-hal kecil yang mampu melukis sebuah senyuman. Ketika saya bisa membisu, apalagi yang pantas kulakukan? Sedangkan kau datang tanpa sebuah ketulusan. Topeng yang kau gunakan mulai rapuh, bayangkan saja sudah 1 tahun 7 bulan kau gunakan. Lepaslah sayang, karena luka telah membuka siapa kau sebenarnya. Tak perlu menjadi ...

Mendung masih disini, dengan bertubi tubi kata rindu.

Masih di kota yang sama. Disekolah yang berbeda. Kini tak ada lagi 13, tak ada lagi gambar yang tiap hari ku gilai. Dan tak ada lagi lorong yang selalu kugambarkan keberadaanmu. Meninggalkan semuanya, tak membawa sebagian kecil dari kenangan kita dulu. oh iya bukan kita lagi, maaf. Sedikit lagi. Rasa menggebu-gebu untuk keluar dari lingkaran ini semakin membara. Sebuah tempat yang tak ada ujungnya, seperti lingkaran. Apa sih yang salah selama ini? kenapa tak pernah bisa kau berhenti membuat tanda tanya? tak muakkah anda? saya bahkan telah muak dan sangat muak atas semua ini. Ini permainan kan? oh lupa, saya kan bukan siapa-siapa. Saya hanya adik kelasmu yang rela melakukan hal kecil bodoh selama setahun terakhir. apa yang sebenarnya kau cari?kau sibuk memutari lingkaran itu seakan mencari sesuatu yang hilang dan mengabaikanku. Kau pernah datang padaku? ya pada saat kau lelah saja kan?:) saya tahu itu. Berhentilah mencari kepingan itu! kau tak perlu mencarinya bahkan menyiksa h...

Kamu....Titik Hilang dari Penggambaranku.

Inilah akhirnya,tiba pada masanya. Masa dimana kujatuh dilubang yang berbeda,tapi kini lebih dalam. Hal yang paling aku takutkan sejak angka 9 terpasang dikalender handphoneku, akhirnya benar-benar terjadi. Terjadi begitu nyata, hadir dengan menyakitkan. Kupikir kamulah yang akhirnya berperan sebagai malaikat, bukan yang malah menghempaskanku jauh lebih dalam. Semua harus berhenti. Berhenti disaat yang sebenarnya bukan pada tahap finishing. Ketika sejak awal aku tak  begitu mencintaimu, harusnya kupertahankan rasa itu. Bukan malah membiarkannya tumbuh di pertengahan ketika kita nyatanya tak bisa bersatu. Bodoh! Ya kan? Firasat yang sejak dulu sudah ada, menghantui tapi ku acuhkan. Seandainya saja aku bisa melihat masa depan, siapa sih yang terlalu bodoh untuk mau terus melangkah jika pada akhirnya hanya berujung sesak yang sangat dalam? Aku hanya manusia biasa, tetap menjalani hidup dengan khayalan konyol dan terus berharap kita bisa kembali seperti dulu. Khayalan-khayala...

perahu kertasku

Berawal dari kisah-kisah pendek membentuk sebuah cerita yang pada akhirnya hanya berupa kenangan. Mau tak mau, inilah akhirnya. Hanya kenangan tanpa dirimu. Setiap wanita akan memperjuangkan apapun agar semua tak hanya menjadi kenangan saja. Menunggu, bersabar, berdoa, dan berdiam diri melihat sosok yang ia sayangi merangkul wanita lain. Itulah perjuangan. Tak selamanya perjuangan harus begitu nyata didepan orang-orang. Begitupun aku, berjuang didepan Tuhan bukan depan mereka. Berjuang dalam keheningan malam dan mendoakannya agar tetap menjadi orang yang baik bagi wanita yang bersamanya saat ini. Tuhan tau aku sedang berjuang. Berjuang meracuni masa lalu kita. Masa lalu kita memang pantas untuk diracuni. Jika perlu bunuh saja. Karena aku tau, masa lalu memang tak pantas untuk dilihat lagi. Bagaimana menurutmu? Pria yang kumaksud mungkin sedang membaca blogku. Tapi entahlah, masa lalu itu berarti bagiku, meskipun hanya berujung sesak.  Perahu kertasku, berisikan tulisan k...

Lagi..ini untukmu

Untuk kesekian kalinya, lagi.. aku menulisnya untukmu. Lagi..aku masih mengejar punggungmu yg setiap detik menjauhi tatapanku. Dan lagi.. aku masih bertahan untukmu. Akankah kamu menoleh kebelakang untukku? 5 detik saja mungkin? Aku tak akan membawamu ke masa lalu yang suram. Karena aku tau kebersamaan kita tak akan pernah berarti untukmu. Aku hanya ingin membawamu kedepan pintu masa lalu, jika bisa. Dan aku akan membuka pintu itu dan membiarkan dirimu menyaksikan berapa lama aku harus berdiam diri menunggu masa lalu mati perlahan di otakku. Aku hanya ingin minta penjelasan di depan pintu itu. Alasan mengapa begitu pantas aku menunggumu selama 1 tahun bersama pria lain? Alasan mengapa luka yang aku rasakan tiap hari makin ingin membunuhku? Aku benci menyayangimu, sungguh. Ini bukan tulisanku yang pertama untukmu. Dan ini juga bukan sakit yang pertama kalinya aku ceritakan, pada blogku. Kamu tau? Tidak mungkin, mustahil bagimu mengunjungi blogku. Aku benci mereka mengenalmu. Yaa,...

Hujan Kita

Bulan telah menggantikan tugas matahari. Hari berganti hari demi hari. Musim kadang berganti.   Tapi namamu takkan terganti nampaknya. Hari ini kotaku diguyur hujan. Takut dan dingin yang kurasa. Aku benci suara air hujan yang jatuh di atap rumah. Entahlah, benci saja rasanya. Aku kedinginan dan tiba-tiba   aku membutuhkanmu. Butuh kamu yang sering memelukku dari kejauhan. Butuh kamu yang meredakan rasa takutku. Kemana sosok yang perduli itu? Mungkin sedang bersama jiwa yang lain. Hujan lagi senang bertahan dari sejam yang lalu, mengguyur kota kita. Malam ini, perasaanku campur aduk dan pasang surut. Kadang melupakanmu, kadang membencimu, kadang masih mencintaimu. Aku rindu hujan kita. Hujan yang menjadi saksi bisu dimana kamu menenangkanku ketika semilir angin menghembus datang menggoyangkan daun pepohonan menemani hujan. Kamu datang menenangkanku dari kejadian alam itu dan berkata bahwa engkau ada untukku. Dengan manisnya kamu berkata ada untukku, tapi tak pernah kamu...

apa yang terjadi?

Keadilan lagi tak berpihak pada 'aku' & 'kamu' yang sempat menjadi 'kita'. Kita yang tak pernah sependapat tak akan menyatu begitu lama. Bahkan setelah kata 'putus' pertengkaran masih menjadi alasan kenapa aku dan kamu tak berkomunikasi begitu baik. Perasaan kita yang tak pernah cocok. Kau yang masih mencintaiku sedangkan aku hanya bisa mencintaimu dalam kondisi tertentu. Entah.....kesalahan ini terjadi karena siapa. Semua kejadian yang terjadi di pertengkaran kita tak mampu menyalahkan salah satu diantara kita. Apa yang terjadi atas hati dan hubungan ini? Mengapa perasaan kita tak pernah sependapat. Aku memang mencintaimu, tapi caraku berbeda. Hanya kelakuanmu yang mampu mengubah rasa ini. Aku  yang memerhatikan kelakuan pedismu di dunia maya tak mampu lagi untuk diam. Aku juga akan bertindak seperti apa yang telah kau lakukan padaku. Memang aku menyakitimu, tapi itu juga karenamu. Untuk apa aku lakukan itu jika bukan karena 'cemburu'?. K...

Perangkap

Tuhan.. Bisa pinjamkan aku doraemon? sebentar saja. Aku hanya ingin meminjam mesin waktunya. Kuingin melihat tawa yang tercipta seadanya. Karena aku sudah lupa bagaimana cara tertawa seadanya :") Kalau tidak,pinjamkan saja aku alat penghilang ingatan seperti di film Men In Black. Karena jika mengulang kembali kejadian indah tak mampu menghapus luka,hilangkan saja ingatanku tentangnya :') Arus perjalanan cinta memang layaknya film yang penuh dengan khayalan yang pasti. Tapi kenapa khayalan pasti itu tak berpihak padaku?. Kita yang tak pernah menyatu dan takkan bisa menyatu tapi yang selalu aku perjuangkan. Memang..suatu kejadian yang tak semestinya aku perjuangkan padahal kau hanya datang menghadirkan cinta lalu pergi dengan semua pengharapan yang tak pernah tergapai. Bahkan  hingga kau bersama yang lain, diriku masih saja bertahan ke dalam jalur yang kutak tahu rintangan apa yang akan terjadi selanjutny. Akulah tikus kecil yang sedang terperangkap dalam perangkap menyakitk...

Desember

Semua berawal di bulan desember Ketika hati pilu tak mampu menerima kedatangan cinta yang lain, kau hadir dengan kepercayaan diri. Datang membawa cinta yang baru kepada hati yang jelas takkan bisa memberi kasih seutuhnya. Entah apa yang membuatmu seberani itu. Ya mungkin saja, kau tak mengenal ku terlalu dekat. Aku mencoba.. Mencoba untuk menerima kehadiranmu meski ad seseorang yang selalu menempati ruang terdalam itu. Mencoba menjalin hubungan meski dengan kondisi yang tak mungkin. Tapi aku memilihmu Jarak yang membuatku berjuang untuk mempercayaimu. Meyakinkan hatiku untuk tidak berkata yang tidak-tidak padamu... Tapi mengapa kau tak mempercayaiku ? Mengapa hanya kata-kata yang tak masuk akal yang terucap di setiap pembicaraan kita? Tidakkah kau tau itu sangat menyakitkan? Semuanya terpendam.. Kukira..kaulah yang menjemput jiwaku di kegelapan itu. Kukira..kaulah yang mampu menjadi malaikat diatas kekosonganku. Kukira..kaulah yang akan menghapus setiap luka yang telah...