Lagi..ini untukmu
Untuk kesekian kalinya, lagi.. aku menulisnya untukmu. Lagi..aku
masih mengejar punggungmu yg setiap detik menjauhi tatapanku. Dan lagi.. aku
masih bertahan untukmu. Akankah kamu menoleh kebelakang untukku? 5 detik saja
mungkin? Aku tak akan membawamu ke masa lalu yang suram. Karena aku tau
kebersamaan kita tak akan pernah berarti untukmu. Aku hanya ingin membawamu
kedepan pintu masa lalu, jika bisa. Dan aku akan membuka pintu itu dan
membiarkan dirimu menyaksikan berapa lama aku harus berdiam diri menunggu masa
lalu mati perlahan di otakku. Aku hanya ingin minta penjelasan di depan pintu
itu. Alasan mengapa begitu pantas aku menunggumu selama 1 tahun bersama pria
lain? Alasan mengapa luka yang aku rasakan tiap hari makin ingin membunuhku?
Aku benci menyayangimu, sungguh.
Ini bukan tulisanku yang pertama untukmu. Dan ini juga bukan
sakit yang pertama kalinya aku ceritakan, pada blogku. Kamu tau? Tidak mungkin,
mustahil bagimu mengunjungi blogku. Aku benci mereka mengenalmu. Yaa, mantan
atau pacarmu maksudku. Kenapa mereka menyia-nyiakanmu sedangkan aku disini
malah bejuang setengah mati memperjuangkanmu. Dia menjagamu tidak? Iya dia,
jiwa lain yang sekarang memiliki kewajiban untuk menjagamu, bukan aku lagi. Entah
dari sisi mana kamu melihat semua yang nyatanya sedang terjadi di sekitar. Sudah
1 tahun ku mempertahankan namamu dalam luka yang semakin waktu tambah
menyakitkan. Bodoh memang. Aku hanya berpegang pada prinsip, kita tak pernah
tau apa yang ada dihadapan kita jika kita tak melangkah terus kedepan. Itulah mengapa
aku mempertahankanmu. Masih ada hari esok, hari dimana aku masih bisa menempati
sedikit saja ruang dihatimu. Tapi itu mungkin.
Tak perduli pentingnya kita pernah atau tidak pernah
berpacaran. Kenapa mereka terlalu mengejekku? Kenapa memang kalau belum move
on? Ada yang salah atas hati ini? Kita tak pernah butuh hubungan untuk move on,
mereka tau itu. Bercerita tentangmu bahkan kita tak akan pernah ada habisnya. Selalu
ada cerita baru yang bisa saja membuatku menekan huruf abjad pada keyboardku. Akupun
tau ceritaku takkan bisa membuatmu kembali menjadi sosok yang bisa menyembuhkan
luka lagi.