Mendung masih disini, dengan bertubi tubi kata rindu.
Masih di kota yang sama. Disekolah yang berbeda. Kini tak ada lagi 13, tak ada lagi gambar yang tiap hari ku gilai. Dan tak ada lagi lorong yang selalu kugambarkan keberadaanmu. Meninggalkan semuanya, tak membawa sebagian kecil dari kenangan kita dulu. oh iya bukan kita lagi, maaf.
Sedikit lagi. Rasa menggebu-gebu untuk keluar dari lingkaran ini semakin membara. Sebuah tempat yang tak ada ujungnya, seperti lingkaran. Apa sih yang salah selama ini? kenapa tak pernah bisa kau berhenti membuat tanda tanya? tak muakkah anda? saya bahkan telah muak dan sangat muak atas semua ini. Ini permainan kan? oh lupa, saya kan bukan siapa-siapa. Saya hanya adik kelasmu yang rela melakukan hal kecil bodoh selama setahun terakhir.
apa yang sebenarnya kau cari?kau sibuk memutari lingkaran itu seakan mencari sesuatu yang hilang dan mengabaikanku. Kau pernah datang padaku? ya pada saat kau lelah saja kan?:) saya tahu itu. Berhentilah mencari kepingan itu! kau tak perlu mencarinya bahkan menyiksa hatimu. Ia akan datang dengan sendirinya. Saya jauh lebih bisa melakukan banyak hal daripada wanita itu,yang taunya hanya bisa menyakitimu saja. Tapi kau tak pernah mendengarku, karena saya manusia yang tak pernah kau anggap.
Mendung bahkan masih disini. Setelah berulang kali kau berkata rindu.