apa yang terjadi?
Keadilan lagi tak berpihak pada 'aku' & 'kamu' yang sempat menjadi 'kita'. Kita yang tak pernah sependapat tak akan menyatu begitu lama. Bahkan setelah kata 'putus' pertengkaran masih menjadi alasan kenapa aku dan kamu tak berkomunikasi begitu baik. Perasaan kita yang tak pernah cocok. Kau yang masih mencintaiku sedangkan aku hanya bisa mencintaimu dalam kondisi tertentu. Entah.....kesalahan ini terjadi karena siapa. Semua kejadian yang terjadi di pertengkaran kita tak mampu menyalahkan salah satu diantara kita. Apa yang terjadi atas hati dan hubungan ini? Mengapa perasaan kita tak pernah sependapat.
Aku memang mencintaimu, tapi caraku berbeda. Hanya kelakuanmu yang mampu mengubah rasa ini. Aku yang memerhatikan kelakuan pedismu di dunia maya tak mampu lagi untuk diam. Aku juga akan bertindak seperti apa yang telah kau lakukan padaku. Memang aku menyakitimu, tapi itu juga karenamu. Untuk apa aku lakukan itu jika bukan karena 'cemburu'?. Kesalahan kecil itulah yang mampu merusak cinta itu. Dengan mudahnya kau mengucapkan kata pahit dan dengan mudah juga kau meninggalkan perkataan itu.
Sekarang rasaku berbeda. Cintaku hilang. Kini engkau telah berhasil. Berhasil membuatku benci sejadi-jadinya padamu. Bukankah itu yang anda inginkan HAH?:'). Selamat atas keberhasilanmu. Perlakuan buruk yang kau lakukan akhirnya mampu menampung kebencianku hingga sebanyak mungkin.
Engkau boleh berpikiran bahwa akulah yang menyakitimu. Kau juga boleh sepuasnya untuk mengatakan kepada teman-temanmu bahwa engkaulah pihak yang tersakiti. Tapi, dunia masih berputar dan bibirku masih mampu mengukir bentuk U. Dan selama itulah aku tau bahwa tuhan tak pernah tidur. Biarlah tuhan yang mampu menilai apa yang terjadi padaku dan padamu.
Aku memang mencintaimu, tapi caraku berbeda. Hanya kelakuanmu yang mampu mengubah rasa ini. Aku yang memerhatikan kelakuan pedismu di dunia maya tak mampu lagi untuk diam. Aku juga akan bertindak seperti apa yang telah kau lakukan padaku. Memang aku menyakitimu, tapi itu juga karenamu. Untuk apa aku lakukan itu jika bukan karena 'cemburu'?. Kesalahan kecil itulah yang mampu merusak cinta itu. Dengan mudahnya kau mengucapkan kata pahit dan dengan mudah juga kau meninggalkan perkataan itu.
Sekarang rasaku berbeda. Cintaku hilang. Kini engkau telah berhasil. Berhasil membuatku benci sejadi-jadinya padamu. Bukankah itu yang anda inginkan HAH?:'). Selamat atas keberhasilanmu. Perlakuan buruk yang kau lakukan akhirnya mampu menampung kebencianku hingga sebanyak mungkin.
Engkau boleh berpikiran bahwa akulah yang menyakitimu. Kau juga boleh sepuasnya untuk mengatakan kepada teman-temanmu bahwa engkaulah pihak yang tersakiti. Tapi, dunia masih berputar dan bibirku masih mampu mengukir bentuk U. Dan selama itulah aku tau bahwa tuhan tak pernah tidur. Biarlah tuhan yang mampu menilai apa yang terjadi padaku dan padamu.