Postingan

Menampilkan postingan dari 2014
Lalu, aku tak tahu manusia seperti apalagi yang harus kutemui. Hujan november…mencoba mendukakan setelah Desember. Terlalu dinikah saya untuk berduka? Atau terlalu terlambat?
Aku pernah bersamamu Bermain dengan rasa yang begitu semu Rasa kini membencimu Seperih inikah untuk sekedar mengagumimu? Terlalu menggebu-gebu Kau tak lagi disini Kau hancurkan sepotong hati Lalu kau biarkan sepotongnya tertatih Kau biarkan semua ini terjadi Dan melepasku berjalan diatas duri ilusi Ada hati yang merindu Meraba-raba dalam waktu Mencari sosokmu Sambil mencoba menerima kepergianmu Meskipun rasanya tak mampu untuk itu Yang pasti, Kita akan meninggalkan ini Meninggalkan memori yang kau kunci Di peti mati Membasuh luka hati Melupakan hari sunyi Membiarkan matahari bersinar kembali Yang tampaknya sulit untuk ditinggali Dengan setitik benci Aku tak tahu garis apa yang telah ditakdirkan Disatukan untuk dipisahkan Dipertemukan untuk dilupakan Kapan dan apapun, Ia telah mengetuk untuk dibukakan Mengalir melalui lisan Datang meruntuhkan kepercayaan Tanpa memberi sebuah pilihan Yang menunjukkan, Aku hanyal...

siapapun kau ini

Kau bilang kita adalah satu. Setiap ceritaku adalah sarapan yang selalu kau dapatkan. Letakkan surat-surat itu!kumohon. Letakkan pena itu!kumohon. Kutau kita punya kesibukan masing-masing, tapi aku masih tetap membutuhkanmu disini. Aku ingin pulang. Kau bilang kita adalah utuh. Tanpa status kita akan baik-baik saja. Dengan seperti ini, kita mampu untuk bertahan. Kuizinkan kau menuntut ilmu, lalu pulang berbagi kisah..bukan berbagi amarah yang akhirnya melayang merobek penantianku. Kau tidak seperti ini,seperti sekarang ini atau siapapun kau ini. Kumohon kembalilah seperti dulu,seperti sosok yang kucari untuk pulang.
seinstant-instantnya indomie, pasti ada prosesnya juga.
Semua ini bukan tentang siapa yang merasa, yang datang lalu pergi, yang meninggikan harap lalu menjatuhkan, yang berpura-pura tak mengunjungi situs ini. Jangan terlalu besar kepala untuk semua tulisan ini, karena ini bukan tentang menceritakan "seseorang". Ini adalah tentang beberapa orang. Jadi, jangan mau banget diceritain ya:) kejelekannya mau diceritain sekalian ga?hehe
sadarlah sedikit. tak perlu ada kata yang berjuang dan ada yang biasa saja. kita sama-sama pernah mencari satu sama lain. pernah sama-sama saling membutuhkan. bedanya, salah satu diantara kita ada yang berjuang dan ada salah satu yang masih saja mempermainkan. Ada yang menerima keputusan dan ada yang meninggikan harap lalu mengumbarnya. seorang pria harus bisa menjadi panutan bukan yang mulutnya berkeliaran kesana kemari. anda ini pria apa wanita?

Saya tercipta bersama rasa dan asa.

Duka berbalut derita. Apa yang bisa kucaci maki jika aku tak punya kambing hitam. Kehilangan akal dihadapan bayangan yang tak kukenal. Diriku sendiri. Menutup dengan sedikit polesan pada wajahku, apakah penipuan ini terlihat sempurna?hah. Mencintai orang yang salah. Memberi waktu dan pengorbanan yang tak pernah berarti dimatanya. Kehilangan akal dalam kerusakan kecil. Percaya dalam kebusukan. Memperindah tapi tak diindahkan. Kuraih kabut lalu kudapat jiwa kelabu. Tak ada yang kau tau. Karena seribu doa tak pernah kau dengarkan. Kuatnya teriakan dari dalam tak pernah kau rasakan. Perjuangan yang tak pernah tereja oleh pemahamanmu. Dan setiap kata yang kusampaikan tak pernah kau gubris. Yang kau tau hanya "maaf" dan memberi harap. Tuan, sejak kapan anda berubah menjadi iblis yang akan menghancurkanku? it's okay not to be okay. Masih pada langit yg sama. Kita saling berjuang. Saya yang berjuang utk sebuah nama yg tetap pada kejaannya, namamu. Dan anda yang berjuang menjat...
seperti yang kau katakan, kau menunggu karma.AMIN

selamat bertemu (lagi)

selamat meniup lilin untuk kesekian kalinya. selamat mendengar setiap doa yang telah dipanjatkan. dan selamat tak memikul beban bersama mereka yang menyemu. tahun kedua bersama tanggal 12. ketika tahun lalu ada yang dinantikan, tanggal kini kembali menjadi deretan angka. ketika kau telah bebas, nyatanya masih ada yang terpenjara disini. jika kemarin ku bersembunyi,ucapan ini bukan berarti waktunya untuk menampakkan diri. tidak, ini hanya sekedar "menghargai hari lahirmu". setelahnya?kembali ke layar dimana kau bahagia dengan dia yang mencintaimu. kalau soal cinta semua tau, kau romeonya. ada senyum yang tehenti di kulumnya, yang semakin membangkitkan lara. selamat berbahagia di angka yang baru. maaf jika tahun ini ucapanku tak mampu mencapai 2 baris. karena kita adalah yang asing. yang tak pernah kau anggap ada. ada perih yang susah melewati tenggorokanku, dan tiba pada nafas yang kuhirup lebih panjang. tahun ini, doa kupanjatkan pada bisunya malam. bukan pada riuhnya me...

Seperti Katamu

ada nafas yang lebih panjang. selamat malam yang tak pernah merasa. bagaimana dengan dia yang selalu kau syukuri? jika cinta jangan stengah-stengah, kalau cinta ya diungkapkan. katamu. ketika dunia terlalu indah utk tempat kita berdua. ternyata ada waktu dimana ku meradang untuk menjadi yang selalu kau syukuri. kau mencintai orang lain. kau mencintai wanita lain yang ada diantara percakapan kita. kukira berdua, tapi kita bertiga sekarang. doa yang kau panjatkan padaku,selalu kuaminkan. dan doa yang kupanjatkan untukmu kau aminkan dengan maksud lain. masih terlalu dinikah kita untuk bisa membahas keseriusan? bangkitlah. bangkit sajalah dengan apa yang kau mau. seperti redup bersama lukaku,lalu bangkit bersama kepuasan tersendirimu. ada yang cemburu dari kita. tapi disini ada yang jauh lebih cemburu dari sekedar "teman". sudahlah,seperti katamu. pergilah,seperti kataku.

halo imaji

“Apa ini” mungkin inilah yang patut untuk kau tau. Bimbang, emosi, dan terpenjara di antara milyaran penduduk kota ini. Aku yang tak pernah meminta banyak hal. Hanya jangan telat makan dan kecapean. Dan aku bahkan tak pernah memintamu untuk mendengarkan setiap lirih yang tercipta karenamu. Aku tau kau sedang berada dirasa hidup yang asam. Bahkan kuterima bentakanmu dengan ringkih. Maafkan aku, silahkan mengoceh. Kumohon untuk tetap tinggal. Masih banyak yang ingin kuselesaikan. Aku memang bukan pujangga yang mampu menulis setiap kata indah untukmu. Aku bahkan bukan pencipta lagu yang mampu menyihir sebuah kata menjadi syair yang indah. Aku memang tak bisa apa-apa. Berdoa di tengah indahnya dunia. Berada dalam seluruh sisi gelap hidupku. Terjaga disaat bulan sedang bermain, dan terlelap diantara orang-orang yang bangkit bersama matahari. Kamu, yang tak pernah ada habisnya untuk selalu kujabarkan. Kini kau pergi, setelah kita telah bermain-main dalam warna papan catur. Hitam da...

Siapa saya?

Mereka tahu siapa saya. Yang katanya selalu menjadi nyata, yang katanya tak pernah menjadi pembenci hanya karena seseorang. Bahkan mungkin mereka selalu berpikir bahwa ia benar-benar tahu siapa saya. Tapi sebenarnya tak pernah ada yang tahu suatu kesalahan, saya menipu banyak hal. Ketika saya harus berjuang, nyatanya saya hanya berusaha pergi. Ketika saya mencoba menghilangkan, nyatanya saya hanya sembunyi. Ketika saya berusaha untuk menjadi yang baik-baik saja,nyatanya saya menipu semua orang. Ketika kucoba untuk bertahan, nyatanya saya hanya mencoba menghancurkan apa yang ada dalam diri saya. Kenapa saya harus disini? Di dalam dunia yang menjadi alasan saya menyembunyikan apa yang saya percaya. Jika saya memakai topeng, saya mampu menipu dunia. Memerankan 1 karakter yang seolah-olah berperan menjadi sosok lain dengan jiwa terbakar. Terbakar karena alasan siapa saya untuk hatimu. Apa yang selama ini kau cari? Mengapa ada yang harus kita sembunyikan? Siapa yang sanggup m...