Saya tercipta bersama rasa dan asa.
Duka berbalut derita. Apa yang bisa kucaci maki jika aku tak punya kambing hitam. Kehilangan akal dihadapan bayangan yang tak kukenal. Diriku sendiri. Menutup dengan sedikit polesan pada wajahku, apakah penipuan ini terlihat sempurna?hah. Mencintai orang yang salah. Memberi waktu dan pengorbanan yang tak pernah berarti dimatanya. Kehilangan akal dalam kerusakan kecil. Percaya dalam kebusukan. Memperindah tapi tak diindahkan. Kuraih kabut lalu kudapat jiwa kelabu. Tak ada yang kau tau. Karena seribu doa tak pernah kau dengarkan. Kuatnya teriakan dari dalam tak pernah kau rasakan. Perjuangan yang tak pernah tereja oleh pemahamanmu. Dan setiap kata yang kusampaikan tak pernah kau gubris. Yang kau tau hanya "maaf" dan memberi harap. Tuan, sejak kapan anda berubah menjadi iblis yang akan menghancurkanku?
it's okay not to be okay. Masih pada langit yg sama. Kita saling berjuang. Saya yang berjuang utk sebuah nama yg tetap pada kejaannya, namamu. Dan anda yang berjuang menjatuhkan sebuah nama demi pencitraan, namaku. Seseorang yang kusebut malaikat berubah menjadi sang pencabut nyawa(?)
Luka semakin menganga. Tak ada lagi yang mampu menggetarkan jiwamu. Lingkungan merusakmu. Atau mungkin dirimu yang merusakmu? Intinya, anda sudah tak waras tuan. Mana ada wanita lain yang harus merasakan dendammu karena wanita di masa lampaumu itu?merasalah. Berjuang pada setengah hati yang masih utuh. Berusaha keluar dari surga yang kau rubah menjadi neraka kecil.
Katakan padaku, wanita mana yang masih mampu membalut lukanya sendiri pada pria yang hanya menjelekkan namanya? Wanita mana yang masih bisa merasa coming home ketika pria yang menyakitinya masih menggubris hidupnya? Wanita mana yang mau terjaga demi mendoakan karma tak menghampiri pada pria yang tak mengingikannya? Wanita mana yang hanya diam ketika kau tak mengakuinya di kehidupan luarmu? Wanita mana yang tetap menutup ke-brengsekanmu di hadapan keluarganya?
Saya memang bodoh, lantas kenapa? Jangan menyalahkan kehadiran harap, karena pengharapan tak akan ada tanpa nyaman dan terbiasa. Jangan menyalahkan kekecewaan, kecewa hadir karena ada yang terlalu menutup nutup cerita. Tapi tuan, saya memang tercipta bersama rasa dan asa.
it's okay not to be okay. Masih pada langit yg sama. Kita saling berjuang. Saya yang berjuang utk sebuah nama yg tetap pada kejaannya, namamu. Dan anda yang berjuang menjatuhkan sebuah nama demi pencitraan, namaku. Seseorang yang kusebut malaikat berubah menjadi sang pencabut nyawa(?)
Luka semakin menganga. Tak ada lagi yang mampu menggetarkan jiwamu. Lingkungan merusakmu. Atau mungkin dirimu yang merusakmu? Intinya, anda sudah tak waras tuan. Mana ada wanita lain yang harus merasakan dendammu karena wanita di masa lampaumu itu?merasalah. Berjuang pada setengah hati yang masih utuh. Berusaha keluar dari surga yang kau rubah menjadi neraka kecil.
Katakan padaku, wanita mana yang masih mampu membalut lukanya sendiri pada pria yang hanya menjelekkan namanya? Wanita mana yang masih bisa merasa coming home ketika pria yang menyakitinya masih menggubris hidupnya? Wanita mana yang mau terjaga demi mendoakan karma tak menghampiri pada pria yang tak mengingikannya? Wanita mana yang hanya diam ketika kau tak mengakuinya di kehidupan luarmu? Wanita mana yang tetap menutup ke-brengsekanmu di hadapan keluarganya?
Saya memang bodoh, lantas kenapa? Jangan menyalahkan kehadiran harap, karena pengharapan tak akan ada tanpa nyaman dan terbiasa. Jangan menyalahkan kekecewaan, kecewa hadir karena ada yang terlalu menutup nutup cerita. Tapi tuan, saya memang tercipta bersama rasa dan asa.