Kuminta Kau Untuk Berlayar
Kupikir kau telah tiba pada dermaga lain. Berlabuhpun tidak. Dirikukah terlalu sibuk mencari kapal lain, atau dirimukah yang mulai lupa mengangkat jangkar? Dan aku tak tahu kenapa kita tiba seperti ini. Sosok seperti apakah yang kau tuntut dariku. Salahkukah atau salahmu.Tuhan,semoga saya tidak menghancurkan sayapnya lalu menumbuhkan tanduk di kepalanya.
Aku tak tahu hal apakah yang menyerupai hitam
diatas putih hingga aku bahkan tak mampu memberimu sedikit kewajiban untuk
menjagaku. Jangan menghakimi hasil tanganku,percayalah tak ada dusta
diantaranya dengan bibirku. Caci saja diriku,ubahlah sosokku untuk
matamu..karena aku tau kau bahkan tak mengenal diriku. Perdulipun mungkin aku
tidak berhak.
Tinggalkan dermagaku, tak kau lihatkah
kuhancurkan ia menjadi puing-puing? Angkat jangkarmu! Kau mulai rapuh bersama
air laut. Hapuslah awan mimpi, ia bahkan tak seputih dulu. Tinggalkan
lautku, karena yang kau temukan hanya badai yang terus menggulung menjadi
ganas. Kau mungkin saja benar, tapi aku tidak perduli. Ada banyak alasan
terkuat untuk melepasmu daripada sekedar menggenggammu. Sorotlah dermaga lain,
sebelum kau lupa cara berlayar; nahkodaku. Berhentilah bernala, apa yang kau
mau sudah tidak disini. Aku yakin itu.