Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Seperti Itu

Kau kembalikan lagi apa yg pernah kau curi dariku,hatiku. Kau kembalikan rasa. Kau kembalikan memori yg pernah kupatahkan. Kau kembalikan potongan yg telah kuhancurkan. Kukira rasa begitu membenci,nyatanya ia terlalu menyembunyikan diri. Kau benar, kubohongi diriku. Kututupi rasa yg semestinya terucap melalui bibirku. Dirikukah yg terlalu bungkam atau dirimu yg tidak membangun kepercayaan? Sarkasmemu yg tak pernah kumengerti, melayang bebas ditelingaku dan menciptakan jeda untuk detak jantungku. Bisa kuhitung telanan ludahku. Bisa ku terka berapa kali nafas tersentak,olehmu. Sehebat itukah sosokmu. Aku terpesona, aku mengagumi,aku mencintaimu. Kau tak berubah, pria berkulit putih dan rambut lebatmu yang kucintai. Seperti itu aku menginginkanmu. Dan seperti itu kau berada dihadapanku, persetan. Tingkat menyebalkanmu juga tak berubah. Hanya hatiku yg berubah. Ku mulai mencintai sosokmu kembali. Lalu?setelah ini apa yg harus aku lakukan?menebus segala kesalahan atau melepasmu lagi. Kar...

Dirimu Saja

Dari awal,yg kau tau..hanya dirimu. Pasti dirimu,dan selalu tentang dirimu. Tak lupakah kau bahwa aku bukan sebuah mesin?saya tercipta bersama rasa lalu ditaburi cinta. Saya punya hati,sama sepertimu. Bedanya,kau memberikanku lalu aku masih menggenggam hatiku sendiri. Jelas. Sarkasme yang kuterima kutelan dengan perih. Tak ad yang tidak terluka. Aku dan dirimu. Pernahkah sekali kau melihat apa yang salah tentang dirimu?tidak tuan. Aku yakin kau hanya melihat sudut pandangmu saja. Pernahkah sekali kau datang padaku meminta kesempatan kedua padaku?saya rasa tidak. Setelah kau ikat,kau patahkan sayapku. Dirimu sekarang seorang kriminal. Kau mengizinkanku untuk berlabuh tapi kau juga tak melepas jangkarku,bagaimana bisa? Tanpa kuberikan, kau sudah menghancurkannya. Bagaimana bisa kau tidak ingin menjadi bagian?sedangkan sekarang kau membuat dirimu menjadi urutan pertama. Tercatat dengan lengkap,kapital dan tebal,namamu.

Kuminta Kau Untuk Berlayar

Kupikir kau telah tiba pada dermaga lain. Berlabuhpun tidak. Dirikukah terlalu sibuk mencari kapal lain, atau dirimukah yang mulai lupa mengangkat jangkar? Dan aku tak tahu kenapa kita tiba seperti ini. Sosok seperti apakah yang kau tuntut dariku. Salahkukah atau salahmu.Tuhan,semoga saya tidak menghancurkan sayapnya lalu menumbuhkan tanduk di kepalanya. Aku tak tahu hal apakah yang menyerupai hitam diatas putih hingga aku bahkan tak mampu memberimu sedikit kewajiban untuk menjagaku. Jangan menghakimi hasil tanganku,percayalah tak ada dusta diantaranya dengan bibirku. Caci saja diriku,ubahlah sosokku untuk matamu..karena aku tau kau bahkan tak mengenal diriku. Perdulipun mungkin aku tidak berhak.  Tinggalkan dermagaku, tak kau lihatkah kuhancurkan ia menjadi puing-puing? Angkat jangkarmu! Kau mulai rapuh bersama air laut. Hapuslah awan mimpi, ia bahkan tak seputih dulu. Tinggalkan lautku, karena yang kau temukan hanya badai yang terus menggulung menjadi ganas. Kau mungki...