perahu kertasku
Berawal dari kisah-kisah pendek membentuk sebuah cerita yang pada akhirnya hanya berupa kenangan. Mau tak mau, inilah akhirnya. Hanya kenangan tanpa dirimu. Setiap wanita akan memperjuangkan apapun agar semua tak hanya menjadi kenangan saja. Menunggu, bersabar, berdoa, dan berdiam diri melihat sosok yang ia sayangi merangkul wanita lain. Itulah perjuangan. Tak selamanya perjuangan harus begitu nyata didepan orang-orang. Begitupun aku, berjuang didepan Tuhan bukan depan mereka. Berjuang dalam keheningan malam dan mendoakannya agar tetap menjadi orang yang baik bagi wanita yang bersamanya saat ini. Tuhan tau aku sedang berjuang. Berjuang meracuni masa lalu kita. Masa lalu kita memang pantas untuk diracuni. Jika perlu bunuh saja. Karena aku tau, masa lalu memang tak pantas untuk dilihat lagi. Bagaimana menurutmu? Pria yang kumaksud mungkin sedang membaca blogku. Tapi entahlah, masa lalu itu berarti bagiku, meskipun hanya berujung sesak. Perahu kertasku, berisikan tulisan k...