Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2013

Hujan Kita

Bulan telah menggantikan tugas matahari. Hari berganti hari demi hari. Musim kadang berganti.   Tapi namamu takkan terganti nampaknya. Hari ini kotaku diguyur hujan. Takut dan dingin yang kurasa. Aku benci suara air hujan yang jatuh di atap rumah. Entahlah, benci saja rasanya. Aku kedinginan dan tiba-tiba   aku membutuhkanmu. Butuh kamu yang sering memelukku dari kejauhan. Butuh kamu yang meredakan rasa takutku. Kemana sosok yang perduli itu? Mungkin sedang bersama jiwa yang lain. Hujan lagi senang bertahan dari sejam yang lalu, mengguyur kota kita. Malam ini, perasaanku campur aduk dan pasang surut. Kadang melupakanmu, kadang membencimu, kadang masih mencintaimu. Aku rindu hujan kita. Hujan yang menjadi saksi bisu dimana kamu menenangkanku ketika semilir angin menghembus datang menggoyangkan daun pepohonan menemani hujan. Kamu datang menenangkanku dari kejadian alam itu dan berkata bahwa engkau ada untukku. Dengan manisnya kamu berkata ada untukku, tapi tak pernah kamu...

apa yang terjadi?

Keadilan lagi tak berpihak pada 'aku' & 'kamu' yang sempat menjadi 'kita'. Kita yang tak pernah sependapat tak akan menyatu begitu lama. Bahkan setelah kata 'putus' pertengkaran masih menjadi alasan kenapa aku dan kamu tak berkomunikasi begitu baik. Perasaan kita yang tak pernah cocok. Kau yang masih mencintaiku sedangkan aku hanya bisa mencintaimu dalam kondisi tertentu. Entah.....kesalahan ini terjadi karena siapa. Semua kejadian yang terjadi di pertengkaran kita tak mampu menyalahkan salah satu diantara kita. Apa yang terjadi atas hati dan hubungan ini? Mengapa perasaan kita tak pernah sependapat. Aku memang mencintaimu, tapi caraku berbeda. Hanya kelakuanmu yang mampu mengubah rasa ini. Aku  yang memerhatikan kelakuan pedismu di dunia maya tak mampu lagi untuk diam. Aku juga akan bertindak seperti apa yang telah kau lakukan padaku. Memang aku menyakitimu, tapi itu juga karenamu. Untuk apa aku lakukan itu jika bukan karena 'cemburu'?. K...