Kamu....Titik Hilang dari Penggambaranku.
Inilah akhirnya,tiba pada masanya. Masa dimana kujatuh dilubang yang berbeda,tapi kini lebih dalam. Hal yang paling aku takutkan sejak angka 9 terpasang dikalender handphoneku, akhirnya benar-benar terjadi. Terjadi begitu nyata, hadir dengan menyakitkan. Kupikir kamulah yang akhirnya berperan sebagai malaikat, bukan yang malah menghempaskanku jauh lebih dalam. Semua harus berhenti. Berhenti disaat yang sebenarnya bukan pada tahap finishing. Ketika sejak awal aku tak begitu mencintaimu, harusnya kupertahankan rasa itu. Bukan malah membiarkannya tumbuh di pertengahan ketika kita nyatanya tak bisa bersatu. Bodoh! Ya kan? Firasat yang sejak dulu sudah ada, menghantui tapi ku acuhkan. Seandainya saja aku bisa melihat masa depan, siapa sih yang terlalu bodoh untuk mau terus melangkah jika pada akhirnya hanya berujung sesak yang sangat dalam? Aku hanya manusia biasa, tetap menjalani hidup dengan khayalan konyol dan terus berharap kita bisa kembali seperti dulu. Khayalan-khayala...